
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama LAZ Ummul Quro (LAZ-UQ) kembali menyukseskan Program Balik Kerja Bareng BPKH dengan pemberangkatan dari Surabaya Jawa Timur. Seremonial pelepasan 675 orang dilaksanakan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Selasa, 24 Maret 2026. Pembina Yayasan Ummul Quro, Dr. Ahmad Syakur, Lc., M.E.I dalam sambutan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan BPKH dalam pelaksanaan Program Balik Kerja Bersama BPKH dalam dua tahun berturut-turut. Beliau juga berharap program ini setiap tahun dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih berdampak dalam kebermanfaatan untuk umat.
Senada dengan itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Indra Gunawan juga menyampaikan bahwa, program ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen BPKH hadir memberikan manfaat secara langsung untuk masyarakat.
“Program Balik Kerja Bareng BPKH membantu masyarakat kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan terjangkau setelah Idul Fitri,” ujarnya.
Program Balik Kerja Bersama BPKH 2026 kali ini ada 1.412 orang pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 675 peserta. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan besar terhadap layanan transportasi balik kerja yang aman, nyaman, dan terjangkau setelah libur Idul Fitri 1447 H.
“Tingginya minat masyarakat menunjukkan program ini sangat dibutuhkan karena mampu mendukung mobilitas sekaligus meringankan biaya perjalanan,” ungkapnya.
Beliau menjelaskan, pendanaan program bersumber dari nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari setoran awal jamaah haji.
Dengan demikian, dana pokok tetap terjaga, sementara hasil pengembangannya dioptimalkan untuk kemaslahatan umat.
“Kami berharap kegiatan ini terus memberikan manfaat luas serta membawa semangat dan keberkahan bagi seluruh peserta,” ucapnya.
Hadir pula dalam seremonial Menteri Haji dan Umroh Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf. Beliau menilai partisipasi masyarakat dalam program ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Beliau berharap Program Balik Kerja BPKH 2026 di masa mendatang dapat menambah jumlah armada, mengingat animo masyarakat Jawa Timur yang tinggi. selain itu, juga karena Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah jamaah haji terbanyak di Indonesia.
“Kami berharap BPKH dapat menambah armada, mengingat Jawa Timur merupakan daerah dengan jumlah jamaah haji tunggu terbanyak. Semoga BPKH senantiasa menghadirkan kebermanfaatan bagi umat,” tuturnya.
Sebanyak 15 bus eksekutif disiapkan untuk mengantarkan peserta menuju sejumlah kota tujuan, antara lain Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Poris Plawad, dan Terminal Baranangsiang. Peserta juga memperoleh fasilitas pendukung perjalanan berupa konsumsi dan perlengkapan dasar.
Secara nasional, program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 menargetkan 2.700 peserta yang diberangkatkan dari empat kota, yakni Surabaya, Lampung, Solo, dan Yogyakarta. Jumlah pendaftar secara keseluruhan tercatat lebih dari 11.000 orang.
